Polisi juga mendatangi kantor advertising PT Transito Adimas sbg pihak pengelola videotron itu

Videotron di Jalan Pangeran Antasari, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, menayangkan film bokep. Polisi juga mendatangi kantor advertising PT Transito Adimas sbg pihak pengelola videotron itu.

Pantauan di kantor PT Transito Adimas yg berada di Gedung Kompas Gramedia, Jl Palmerah Selatan, Jakarta Barat, rombongan Jatanras Polda Metro Jaya tiba kurang lebih pukul 18.45 WIB, Jumat (30/9/2016). Sekian Banyak disaat diawal mulanya, banyaknya aparat kepolisian dari Resmob Polda Metro Jaya telah terlebih dulu datang.

Para personel kepolisian ini segera masuk ke dalam Gedung Kompas Gramedia. Belum ada keterangan yg diberikan terkait kehadiran mereka.

Tidak lama berselang, polisi lantas turun dgn pejabat PT Transito Adimas. Belum ada kabar yg diberikan advertising pengelola videotron itu.

Seperti diketahui, penduduk dihebohkan dgn film bokep yg diputar di videotron yg berada di dekat Kantor Wali Kota Jakarta Selatan tersebut. Wali Kota Jakarta Selatan Tri Kurniadi menyebutkan pihak polisi dapat mengusut keteledoran ini.

“Polisi telah tahu kok itu, paling operator iklannya kelak yg dipanggil,” ungkap Tri waktu dikonfirmasi, Jumat (30/9).

Sementara itu Gubernur DKI Basuki T Purnama (Ahok) mengemukakan izin perusahaan penyelenggara reklame di videotron itu telah habis sejak enam thn lalu. Ahok juga segera bertindak.

“Saya telah panggil dinas pajak. Jika orang enggak miliki izin jangan sampai terima pajaknya,” kata Ahok, Jumat (30/9).

Share Artikel ini..Share on Facebook
Facebook
Share on Google+
Google+
Tweet about this on Twitter
Twitter
Print this page
Print

PDIP tidak berikan duit buat menggerakkan mesin pemenangan. Ahok pun tidak berikan duit

Bakal calon gubernur petahana Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menyatakan PDIP miliki gagasan kampanye yg baik yang merupakan partai pengusung. Tetapi PDIP tidak berikan duit buat menggerakkan mesin pemenangan. Ahok pun tidak berikan duit.

“Partai enggak kasih uang. Mereka yg mesti pikirkan. Sehingga aku sampaikan terhadap mereka, aku pun enggak dapat kasih duit dong,” kata Ahok di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Kamis (29/9/2016).

Menurut Ahok, PDIP punyai gagasan baik yg dapat dijadikan sample oleh Partai NasDem, Hanura, & Golkar. Dalam pemenangan Ahok-Djarot Saiful Hidayat. PDIP mengerahkan anggota-anggota DPR-nya utk turun ke Jakarta.

“Terus parpol, aku bilang sama mereka PDIP paling bagus kasih contoh. PDIP menurunkan seluruhnya anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia buat mengurusi seluruhnya kelurahan, & partai enggak kasih duit, mereka yg mesti pikirkan,” kata Ahok.

Lalu dari mana duit buat kampanyenya? Dari penyelenggaraan acara-acara. Mereka sanggup mematok harga tiket di tiap-tiap program yg diadakan. Kedatangan Ahok pun akan dipatok tarif yg mesti dibayar.

“(Buat program pertemuan) Apabila kelas lebih murah, Rp 10 ribu, apabila kelas lebih mahal Rp 2 hingga 3 juta. Ingin duduk dekat aku bisa jadi Rp 10 juta. Kan boleh saja kan?” kata Ahok.
Ahok pun merasa miliki ‘skill’ dalam melawak ‘stand up comedy’. Dirinya merasa tarif Rp 10 juta utk penampilannya akan laku kalau beliau benar-benar berkehendak.

Belum lagi jika ada perusahaan-perusahaan mengundang Ahok buat jadi pembicara. Bermacam perseroan terbatas terbuka pasti dapat membayar Ahok Rp 50 juta buat hadir sbg pembicara.

“Kan enak kan? Untung,” tutur Ahok.

Utk konteks politik, para politisi pula mampu menggunakan citra Ahok utk keperluan kampanye Pemilu Legislatif 2019. Para calon dari partai pendukungnya diperbolehkan memasang photo yg bersangkutan bersama photo Ahok, agar mengesankan bahwa calon itu bersama Ahok satu sikap & satu komitmen dalam berpolitik.

“Misal di DPRD, ingin calon 2019, anda boleh tempel photo anda deh. Jikalau aku demikian, ‘Gua Ahok Banget (slogan)’ Boleh dong? Lu boleh tempelin. Terus apa kasih photo aku pula boleh. Namun lu yg nempelin. Tempelin di rumah-rumah orang,” kata Ahok.

Share Artikel ini..Share on Facebook
Facebook
Share on Google+
Google+
Tweet about this on Twitter
Twitter
Print this page
Print

Anies akan mendatangin Bukit Duri yang digusur Ahok

Bakal calon gubernur DKI Anies Rasyid Baswedan angkat bicara terkait penggusuran permukiman penduduk di bantaran Kali Ciliwung, Bukit Duri, Jakarta Selatan. Cagub yg diusung Partai Gerindra & PKS itu rencananya akan datang langsung ke Bukit Duri.

Belum jelas, kapan Anies bakal datang ke Bukit Duri. Tapi ia menegaskan bahwa menata Jakarta bukan cuma soal mengelola kota, namun juga warga.

“Nanti aku bakal ke sana. Namun yg perlu diketahui, yg kita kelola bukan cuma kota, yg dikelola merupakan warga di kota,” kata Anies terhadap jurnalis di Lokasi Merak, Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Rabu (28/9/2016).

Permukiman penduduk di bantaran Kali Ciliwung, Bukit Duri, Jakarta Selatan ditertibkan oleh Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Penggusuran dilakukan bersama argumen buat normalisasi Kali Ciliwung biar Jakarta tidak banjir lagi.

Ahok mengaku tidak ada pilihan lain utk mengatasi banjir Jakarta tidak hanya normalisasi Kali Ciliwung. Penduduk yg rumahnya digusur dapat direlokasi ke Hunian Susun Rawa Bebek.

“Saya telah bilang, aku tak ada pilihan. Bagi aku penduduk Jakarta mesti menilai kalian dahulu memilih aku menjadi wakil gubernur sama Pak Joko Widodo mengapa? Dikarenakan kalian yakin aku sanggup mengatasi banjir & itu kami buktikan,” kata Ahok di Balai Kota, Jl. Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (28/9/2016).

Share Artikel ini..Share on Facebook
Facebook
Share on Google+
Google+
Tweet about this on Twitter
Twitter
Print this page
Print

Sandiaga Uno miliki ide menggandeng para pesaingnya buat berolahraga bersama

Bakal calon wagub DKI Jakarta Sandiaga Uno miliki ide menggandeng para pesaingnya buat berolahraga bersama. Sandiaga mau para pasangan calon lari maraton.

Gagasan ini di sampaikan Sandiaga utk sekaligus menuntaskan nazarnya. Cawagub yg diusung Gerindra & PKS itu berlari di 267 kelurahan Jakarta jikalau maju dalam Pilgub DKI.

“Kemarin telah 4 (lari marathon) tinggal satu lagi bln Oktober kelak. Boleh serta tuh ngajak (lari) seluruhnya calon, termasuk juga pak Basuki Tjahaja Purnama,” tutur Sandiaga disaat berkunjung ke Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (26/9/2016).

Sandiaga kali ini datang ke kantor Ahok utk menghadiri penghargaan jurnalis dari PWI Jaya. Tidak Cuma Sandiaga, kelihatan Sylviana Murni & Sekda DKI Saefullah.

Pada Awal Mulanya, Sandiaga dgn Anies Baswedan & 2 pasangan akan calon lain adalah Basuki T Purnama-Djarot Saiful Hidayat & Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana berfoto dgn dikala menjalani tes kesehatan terhadap Sabtu (24/9) lalu di RSAL Mintohardjo.

Anies Baswedan mengunggah photo dengan para dokter ke akun media sosialnya. Sedangkan Sandiaga Uno mengunggah video kebersamaan para calon di Instagram.

Kembali ke soal marathon, Sandiaga pada awal mulanya menyatakan rencana lari tersebut bakal jadi rencana diwaktu beliau mengahdiri penduduk. Ia berencana buat menyelesaikan kunjungan ke 267 kelurahan di Jakarta secara berlari.

“Saya bilang ini plan kita utk 6 bln ke depan. Seandainya misalnya Allah mau kita menang dari proses sosialisasi ini. Pastinya kita akan mengambil sebuah perubahan utk Jakarta. Jadi perlu speed yg cepat. Kita akan menyelesaikan 267 visit di kelurahan,” kata Sandiaga beberapa waktu lalu.

Share Artikel ini..Share on Facebook
Facebook
Share on Google+
Google+
Tweet about this on Twitter
Twitter
Print this page
Print

Empat parpol PD, PKB, PPP, & PAN telah menyepakati satu pasangan cagub & cawagub DKI Jakarta

Empat parpol PD, PKB, PPP, & PAN telah menyepakati satu pasangan cagub & cawagub DKI Jakarta. Mereka dapat mengumumkannya tengah malam ini di kediaman SBY di Cikeas.

“Jadi empat partai setuju satu calon. Tapi kami mesti komunikasi bersama PKS-Gerindra, beri kami waktu 5 jam lagi,” kata Ketum PPP M Romahurmuziy, dalam konferensi pers usai jumpa empat partai di kediaman SBY di Puri Cikeas, Bogor, Kamis (22/9/2016).

Romahurmuziy memberikan sedikit kisi-kisi soal sosok pasangan cagub DKI yg dapat diusung ini. Apakah akan mengejutkan?

“Yang tentu Insya Allah pasangan ini menarik, baru, fresh, & melambangkan perspektif baru Jakarta,” kata Romahurmuziy.

Empat parpol merupakan PD, PPP, PAN, & PKB bakal menghubungi ke-2 pasangan calon utk diminta kesediaan. Seterusnya mereka dapat meminta pandangan Gerindra & PKS. Apabila benar-benar sepakat sehingga sanggup diumumkan bersama-sama.

“Nanti dapat kami beritahu,” tuturnya.

Share Artikel ini..Share on Facebook
Facebook
Share on Google+
Google+
Tweet about this on Twitter
Twitter
Print this page
Print

PDIP kabarnya telah memutuskan mengusung Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat di Pilgub DKI 2017

PDIP kabarnya telah memutuskan mengusung Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat di Pilgub DKI 2017. Djarot berikan sinyal kuat duet ini dapat terwujud.

“InsyaAllah,” kata Djarot disaat ditanya jurnalis apakah duet Ahok-Djarot telah final. Perihal ini di sampaikan Djarot di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (19/9/2016).

Djarot memang lah telah mengikuti sekolah politik calon kepala daerah dari PDIP. Kecil kemungkinan dirinya tidak diusung sama sekali di Pilgub DKI.

“Memang kenyataan bahwa aku ditugaskan oleh Ketua Umum mengikuti sekolah partai kan waktunya tinggal sedikit,” jelasnya.

Djarot menjelaskan Selasa 20 September besok dapat dilakukan rapat penetapan pasangan calon kepala daerah. Dalam rapat tersebut bakal diputuskan pasangan cagub DKI dari PDIP.

“Di situ dapat putuskan Ahok-Djarot atau lainnya. Sekaligus dapat mendesign prosedur pendaftaran ke Komisi Pemilihan Umum, buat Luar Jawa telah perintahkan di Komisi Pemilihan Umum tanggal 21 September pukul 13.00 sesudah salat zuhur,” kata Djarot.

Lalu apakah bakal ada deklarasi besok? “Itu masalah teknis,besok dapat dibicarakan menyangkut penetapan kandidat sekaligus pendaftaran ke Komisi Pemilihan Umum. Apakah diperlukan ada deklarasi atau tidak? Besok kita saksikan, aku kira nggak usah rame-rame langsung aja daftar ke Komisi Pemilihan Umum,” jawabnya.

Djarot sendiri belum meraih kepastian kapan tepatnya cagub & cawagub DKI mendaftarkan diri ke Komisi Pemilihan Umum.

“Belum, buat diluar Jawa, Kab kota tanggal 21. Namun utk propinsi khususnya DKI Jakarta belum putuskan apakah mesti tanggal 21 atau 22. Namun yg jelas sebelum tanggal 23. Kita tunggu tanggal 20 hingga ketetapan kandidat & kapan mendaftar ke Komisi Pemilihan Umum,” jelasnya.
Dirinya juga menentukan akar rumput PDIP siap bergerak memenangkan calon PDIP di Pilkada serentak. “Akar rumput demikian ketentuan DPP ditetapkan ada loyalitas & itu urusan kami. DKI Jakarta prosesnya tetap konsolidasi,” pungkasnya.

Share Artikel ini..Share on Facebook
Facebook
Share on Google+
Google+
Tweet about this on Twitter
Twitter
Print this page
Print

Ahok tidak ambil pusing dengan kata kata Rizal Ramli yg menyatakan dia ‘Raja Gokil’ dikarenakan sering jalankan penggusuran

“Hak beliau (Rizal Ramli) ingin ngomong apa. Biarin orang tinggal kena TBC (di kawasan kumuh), apa itu lebih manusiawi?” kata Ahok di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Kamis (15/9/2016).

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) tidak ambil pusing dengan kata kata Rizal Ramli yg menyatakan dia ‘Raja Gokil’ dikarenakan sering jalankan penggusuran. Ahok menegaskan penertiban dilakukan dgn memastikan kehidupan layak penduduk Jakarta.

Ahok pada awal mulanya benar-benar sempat menegaskan tujuan baiknya buat merelokasi masyarakat Ber-KTP DKI ke rumah susun. Karena tinggal di permukiman kumuh yg berada di atas negara, bukan cuma menyalahi aturan hukum melainkan merugikan kesehatan penduduk.

Penegasan ini sempat di sampaikan Ahok terkait penertiban kawasan Pasar Ikan di Penjaringan, Jakarta Utara. Walau mendapat protes, tetapi penertiban masihlah dijalankan dikarenakan salah satu alasannya, Ahok tak mau penyakit Tuberculosis (TBC) merajalela.

Soal julukan ‘Raja Gokil’, Rizal Ramli melontarkannya dalam diskusi bertajuk ‘Jakarta Menggugat. Rizal menyatakan penggusuran yg dilakukan Ahok tak bisa di terima. Penggusuran dianggap perbuatan yg tak manusiawi.

“Kalau kita normal cara pikirnya, ingin menjadi gubernur kok ngegusur?. Tetapi yg pemikirannya memang apa ya, bahasanya,” papar Rizal Ramli di Gedung Joang 45, Jalan Menteng Raya, Kamis (15/9).

“Kita sebut saja Ahok ‘Raja Gokil’. Jadi cara-cara gokil ini, ia enggak peduli rakyat nangis-nangis digusur tentara & polisi. Pengembang nyumbang agar beliau menang lagi,” lanjut mantan Menko Maritim itu.

Share Artikel ini..Share on Facebook
Facebook
Share on Google+
Google+
Tweet about this on Twitter
Twitter
Print this page
Print