Category Archives: Kabar Ahok Terbaru

Bu Mega : Pak Ahok Dan Djarot Merupakan Petahananya PDIP

Bu Mega hanya bilang, berulang ingat Pak Ahok dan Pak Djarot ini merupakan petahananya PDIP.’ Lu  tahu petahana dong, kata Ahok di balai Kota, Jl gelanggang Merdeka Selatan, Jakarta.

Calon favorit gubernur petahana Jakarta Ahok mengaku tidak tahu diawal mulanya bahwa PDIP memang bakal mendukungnya di Pilgub DKI 2017. Namun ada amanat pendirian Ketua umum PDIP Megawati Soekarnoputri yang condong mendukungnya.

Ternyata, Ahok memang hadir di kantor DPP PDIP menyambut dukungan dari Partai Banteng Moncong Putih itu. Melainkan pada awal mulanya, Ahok pernah berpikir-pikir pulang ke rumah saja daripada menuju kantor DPP PDIP. Ahok juga pernah mau menonton pengumuman PDIP dari televisi saja. Saya perhatikan di Televisi aja, di mobil, papar Ahok.

Ahok menyebut, PDIP tidak mengutarakan kontrak politik yang bertendensi mengekang Ahok, melainkan Dasa Prasetya PDIP yang berbobot janji kesetiaan terhadap ideologi PDIP. Itupun Ahok merasa telah melakukannya pada kebijakan-kebijakan yang dirinya jalankan selama ini.

Dapatkan Cashback 20% untuk member baru daftar dan juga member lama disetiap harinya Hanya KLIK di SINI

Ahok mengaku tidak disuruh menjadi kader PDIP buat memperoleh dukungan partai yang dipimpin Megawati Soekarnoputri itu. Enggak enggak jadi kader, ujarnya.

Sama halnya, tidak ada mahar politik yang disyaratkan terhadap Ahok. Bu Mega persis Pak Taufik Kiemas tidak pernah tuntut mahar dari dulu Mereka tahu aku enggak miliki uang, ujarnya.

Share Artikel ini..Share on Facebook
Facebook
Share on Google+
Google+
Tweet about this on Twitter
Twitter
Print this page
Print

Begini Isi Percakapan Ahok Bersama Dimyati Saat Djarot Maju Mengambil Nomor Urut

Begitu Djarot maju ke atas panggung untuk mengambil nomer urut, Dimyati langsung menghampiri Ahok dan duduk di sebelahnya. Ketika berbicara, Ahok nampak mengangguk-anggukkan kepalanya. Lalu apa isi pembahasan tersebut?

Pada pengundian nomer urut pasangan calon Pilgub DKI 2017, Sekjen PPP kubu Djan Dimyati Natakusumah turut hadir terhadap memberi dukungan Ahok-Djarot. Disaat Djarot mengambil nomer urut, terlihat dia dan Ahok berdiskusi serius.

Dimyati menyampaikan bahwa percakapan termasuk cuma apa adanya nomer urut Pilgub. Dia menginginkan Ahok-Djarot memperoleh nomer urut 2 karena nomer tersebut bagus jelasnya. Harapan Dimyati itu rupanya jadi kenyataan.

Saya ngobrol terhadap nomer urut nomer 2 yang bagus dikarenakan Pak Jokowi tempo hari Pilpres juga nomer 2. Feeling aku seandainya bisa nomer 2 bagus lantaran kan mampu langsung coblos di tengah, ucap Dimyati di JIExpo Kemayoran, Jakarta pusat, Selasa 25 oktober 2016.

Dapatkan Cashback 20% untuk member baru daftar dan juga member lama disetiap harinya Hanya KLIK di SINI

Selain itu, Ahok-Djarot yang waktu ini mempunyai nomer urut 2 di Pilgub juga dinilainya mempunyai semboyan dan teriakan supporter persis ketika Joko Widodo sukses Pilpres 2014 dulu yaitu Salam 2 Jari. Perihal itu dapat mengisyaratkan bonus kemenangan terhadap Ahok-Djarot.

Karena Jokowi tempo hari nomer 2 Salam 2 Jari. Kini Salam 2 Jari kembali, ucapnya sambil tersenyum.

Share Artikel ini..Share on Facebook
Facebook
Share on Google+
Google+
Tweet about this on Twitter
Twitter
Print this page
Print

Ahok Menghadiri Rapat Konsolidasi PDIP Malam Ini

Ahok keluar dari balai Kota sekitar pukul jam 20.00 WIB dengan kemeja kotak-kotak. Dirinya pergi ke kantor DPP PDIP memakai mobil dinas Toyota Land Cruiser B 1966 RFR.

Ahok menghadiri rapat konsolidasi PDIP. Beliau mengaku cuma menyaksikan klarifikasi yg dilakukan oleh partai usai penunjukan pasangan calon Pilgub DKI 2017.

Cagub yg diusung oleh PDIP, Golkar, NasDem dan Hanura itu mengaku diundang datang ke program partai guna menyaksikan pemaparan.

Dapatkan Cashback 20% untuk member baru daftar dan juga member lama disetiap harinya Hanya KLIK di SINI

“Mau paparan. Ya datang saja. Belum tahu,” ucap Ahok singkat di balai Kota, Senin24 oktober 2016.

Sementara pasangannya yg juga petahana, Djarot Saif Hidayat sudah berangkat terlebih dulu ke kantor DPP PDIP lebih kurang jam 18.00 WIB.

Ahok juga tiba di kantor DPP PDIP yg berlokasi di jalan Diponegoro, Jakarta pusat, lebih kurang jam 20.10 WIB. Tak banyak yg diungkapkan Ahok terkait kedatangannya ini.

“Ini konsolidasi aja,” ucapnya singkat dan langsung masuk ke pada kantor DPP PDIP.

Selain Ahok dan Djarot, perbincangan konsolidasi ini dihadiri oleh sejumlah pejabat PDIP. Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto, cawagub Djarot Saiful Hidayat, Ketua Timses Ahok-Djarot Prasetio Edi, dan Ketua DPD PDIP DKI PDIP Ady Wijaya.

Ahok dan Djarot resmi ditetapkan oleh Komisi Pemilihan Umum DKI sbg jadi cagub-cawagub yg berkembang pada Pilgub DKI 2017. Keduanya tak hadir dalam acara pemilihan. Dirinya dapat berkompetisi bersama pasangan calon yang lain yaitu Anies Baswedan-Sandiaga Uno dan Agus Yudhoyono-Sylviana Murni.

Share Artikel ini..Share on Facebook
Facebook
Share on Google+
Google+
Tweet about this on Twitter
Twitter
Print this page
Print

Syarat Tepenuhi Mesti 50% Lebih, Apa Hasilnya Putaran Kedua Menurut Prediksi Survey SSI

prediksi-putaran-kedua-agus-anies-dan-ahok-jika-di-adu

Hal itu dipaparkan dalam merilis pemeriksaan bertema ‘Adu Balap Menuju DKI-1’ yg digelar di Gado-gado Boplo, jalan Gereja Theresia, Menteng, Jakarta pusat, minggu (23/10/2016).

Pilgub DKI Jakarta terkuak untuk terjadinya dua putaran, sebab mesti terpenuhi syarat 50% lebih satu suara. Lembaga skala survei Indonesia (SSI) mempersiapkan peninjauan buat memprediksi putaran dua itu. Apa hasilnya?

Simulasi pertama digelar apabila putaran ke-2 yakni Ahok-Djarot dan Anies-Sandiaga. “Pasangan yg banyak dipilih merupakan Ahok-Djarot sebesar 33,3%, sementara pasangan Anies-Sandiaga 21,6%, dan tidak tahu/tidak menjawab/rahasia 45,1%,” tutur Direktur Eksekutif SSI, Abdul Hakim.

Pengumpulan data survei prediksi skor dilakukan bersama tanya jawab tanggal 6-11 Oktober 2016 di semua wilayah DKI, bersama metodologi multistage random sampling. Responden sejumlah 800 orang. Margin of error 3,46% dan tingkat kepercayaan 95%.

Simulasi ke-2 kalau putaran ke-2 ialah Ahok-Djarot dan Agus-Sylvana. akhirnya, Ahok-Djarot mendapati 33,6% dan Agus-Sylviana Murni 24,0%, dan tak tahu/tidak menjawab/rahasia 42,4%.

Dapatkan Cashback 20% untuk member baru daftar dan juga member lama disetiap harinya Hanya KLIK di SINI

“Seandainya pilgub DKI Jakarta dua putaran pasangan Anies-Sandiaga pula pasangan Agus-Sylviana, sehingga pasangan yg banyak dipilih merupakan Anies-Sandiaga 24,8% dan Agus-Sylviana Murni 21,1%, dan tak tahu/tidak menjawab/rahasia 54,1%,” ujarnya.

Sebelumnya, dalam survei elektabilitas, pasangan bakal calon Ahok-Djarot konsisten unggul sebesar 33,8%, namun turun dari Februari 2016 sebesar 13,3%. Elektabilitas Agus-Sylviana 19,6% dan Anies-Sandiaga 18,8%. Tak tahu/tidak menjawab/rahasia 27,9%.

Share Artikel ini..Share on Facebook
Facebook
Share on Google+
Google+
Tweet about this on Twitter
Twitter
Print this page
Print

Ahok Berguyon Inginkan No Urut 7

Mendekati penentuan dan pengundian No. urut pasangan calon oleh Komisi Pemilihan Umum DKI, bakal cagub petahana Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengaku tidak ada perencanaan khusus. Dia menerima No. urut apapun yg nantinya bakal ditetapkan.

Bagi Ahok, seluruhnya nomer pada No. urut pasangan calon dalam Pilgub DKI 2017 ialah baik. Bakal cagub yg diusung oleh PDIP, NasDem, Golkar dan Hanura itu sambil berguyon menirukan angka memanfaatkan jarinya.

“Enggaklah. buat aku mau satu, dua, tiga, seluruhnya No. baik, kata Ahok di balai Kota, jalan medan Merdeka Selatan, Jakarta pusat, Jumat (21/10/2016).

Dapatkan Cashback 20% untuk member baru daftar dan juga member lama disetiap harinya Hanya KLIK di SINI

Ahok terus mengatakan, tak ada hubungannya No. keberuntungan pada Feng Shui dgn No. urut nanti. Seandainya feng shui aku No. 7,” tutur Ahok seraya tertawa.

Jadwal pelantikan pasangan calon dalam agenda KPU DKI ialah kepada 24 Oktober akan datang. Selanjutnya diikuti esoknya adalah 25 Oktober 2016 dgn pengundian No. urut pasangan calon yg berhasil pada Pilgub DKI 2017. ke3 Pasangan calon nantinya bakal menjalani masa kampanye mulai 28 Oktober 2016 sampai 11 Februari 2017.

Share Artikel ini..Share on Facebook
Facebook
Share on Google+
Google+
Tweet about this on Twitter
Twitter
Print this page
Print

Prediksi Putaran Kedua Agus, Anies dan Ahok Jika Di Adu

Saiful Mujani Research Center (SMRC) laksanakan peninjauan elektabilitas sebagian unggulan apabila Pilgub DKI 2017 dilakukan waktu ini. Responden pun diminta mengutarakan pilihan seandainya cuma ada dua calon di antara Anies Baswedan-Sandiaga Uno, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat, atau Agus Yudhoyono-Sylviana Murni.

Bersama adanya 3 pasangan bakal calon, Pilgub DKI 2017 diprediksi akan berjalan dua putaran. Bagaimanakah elektabilitas masing-masing pasangan calon apabila diadu head to head di putaran kedua?

“Simulasi dua pasangan: Ahok-Djarot 49,5%, Agus-Sylvi 35,1%, belum jawab 15,4%,” kata Direktur SMRC, Sirojudin Abbas dalam merilis survei SMRC di Hotel Sari Pan Pacific, Jakarta pusat, Kamis (20/10/2016).

Dapatkan Cashback 20% untuk member baru daftar dan juga member lama disetiap harinya Hanya KLIK di SINI

Bagaimana kalau Ahok-Djarot dan Anies-Sandi yang melenggang ke putaran ke-2? nyata-nyatanya Ahok-Djarot tetap unggul.

“Simulasi dua pasangan: Anies-Sandi 36,9%, Ahok-Djarot 47,9%, tak jawab 15,1%,” jelasnya.

Yang jadi pertanyaan yakni bagaimanakah bila petahana Ahok-Djarot tidak berhasil di putaran pertama. Siapa di antara Agus-Sylvi dan Anies-Sandi yg mampu menemukan suara?

“Simulasi 2 pasangan: Agus-Sylvi 37,2%, Anies-Sandi 34%, tak jawab 28,8%,” ungkap Sirajudin.

Di peninjauan yg dipublikasikan SMRC, elektabilitas Agus-Sylvi memang lah merangkak naik dan menyalip Anies-Sandi. Biarpun demikian, semua bisa jadi masih terbuka bahkan terkait satu atau dua putaran.

“Masih ada barangkali terjadi 1 putaran, 2 putaran juga pun ada. Kini simulasi pada kondisi terbaru dulu, papar Sirojudin.

Penelitian dilakukan terhadap 1-9 Oktober 2016. Komunitas survei ialah penduduk DKI yg telah berumur di atas 17 tahun.Pada pemeriksaan ini, jumlah sampel acak banyaknya 810 orang yg dipilih dengan cara multistage random sampling.

Responden diwawancara dengan cara lihat paras dan keuntungan of error sebesar 3,9% buat tingkat kepercayaan 95%. Quality control dilakukan dengan cara random ke 20% dengan cara random untuk total sampel. Pada quality control, tidak ditemukan kesalahan berarti.

Share Artikel ini..Share on Facebook
Facebook
Share on Google+
Google+
Tweet about this on Twitter
Twitter
Print this page
Print

Soal Pilgub DKI 2017, Konsolidasi Juga Dilakukan Oleh Loyalis Lulung

Soal Pilgub DKI 2017, benar-benar Lulung belum berbicara pasti walaupun gerak dan langkahnya telah tentu ke arah Agus-Sylvi. Di Jakarta Utara, kata Dadang, cuma satu orang pemimpin saja yg beri dukungan keputusan Djan dan tidak menuruti Lulung. Konsolidasi juga dilakukan oleh loyalis Lulung.

“Kami juga sebagai ketua-ketua dewan pimpinan perwakilan PPP meyakini dapat diarahkan beri dukungan Agus-Sylvi. Kita sedang ‘Samina Waatona kami( dengar, kami patuh) untuk Pak Haji Lulung,” kata Ketua DPC PPP Jakarta Utara loyalis Lulung, Dadang Muslim, ketika berdiskusi, Rabu 19 oktober 2016.

Politisi PPP Jakarta Abaraham Lunggana (Lulung) membawa daya upaya tidak sama berasal ketuanya adalah Djan Faridz yg beri dukungan Ahok-Djarot di Pilgub DKI 2017. Lulung emoh mengikuti memberi dukungan Ahok, sebaliknya memilih mensupport Agus Harimurti Yudhoyono dan Sylviana Murni. Loyalis Lulung juga siap dikerahkan.

Para ketua-ketua DPC PPP loyalis Lulung memang lah juga dalam kedudukan yg tidak pasti kalau menilik legitimasi kepengurusan, layaknya diketahui ada konflik antara Djan dgn Romahurmuziy (Romi) di tingkat pusat.

Sebelumnya, mereka-mereka ini pun merupakan loyalis Djan Faridz. Namun dikarenakan Djan Faridz memberi dukungan Ahok, mereka malas menuruti jalan itu dan lebih memperlihatkan loyalitasnya ke Lulung.

“Kalau dengar pendapat, kita rutin ngumpul bersama Pak Haji Lulung. Tapi dirinya belum menginstruksikan,” kata Dadang.

Ketua DPC PPP Jakarta pusat Abdul hai menyebut masih sabar bersama Lulung. Tingkah laku Djan Faridz cuma dipersepsikan juga sebagai perilaku elite pusat dan tidak akan berpengaruh banyak ke tingkatan Jakarta.

“Kami bermula tingkat ranting (kelurahan), tingkat pimpinan anak cabang (kecamatan), segenap ikut gerbong Pak Haji Lulung memberi dukungan Agus-Sylvi,” papar Abdul Hai.

Ngomong-ngomong, mengapa mereka amat setia bersama Lulung? Abdul hai memaparkan sebabnya, Lulung punyai pengaruh sampai tingkat akar rumput di Jakarta. Dirinya pun dipandang telah berhasil mendongkrak perolehan suara PPP di DPRD DKI kepada Pileg 2014 lalu.

“Kami tidak mungkin mengkhianati ia (Lulung). Massanya sudah mengakar rumput,” kata Abdul Hai.

PPP Kepulauan seribu menyatakan menjunjung tinggi ketentuan kubu Djan Faridz dan juga kubu Romi. Namun PPP Kepulauan seribu menyebutkan loyalitas sesungguhnya enggak tergantung terhadap dua insan itu, meskipun pada figur Abraham Lunggana (Lulung).

Dapatkan Cashback 20% untuk member baru daftar dan juga member lama disetiap harinya Hanya KLIK di SINI

“Saya lebih menuruti arahan Pak Haji Lulung, dikarenakan aku ikut Pak Haji Lulung,” kata Ketua DPC PPP Kepulauan seribu, Fahrullah.

Hanya ada suara yg misterius dari Ketua DPC PPP Jakarta Timur Belly Bilalusalam. Disaat ditanya apakah pihaknya mengikuti Lulung beri dukungan Agus-Sylvi atau beri dukungan Djan Faridz, dirinya menjawab dgn imbauan untuk menunggu.

“Tunggu tanggal mainnya. Bakal ada kejutan,” kata Belly.

Share Artikel ini..Share on Facebook
Facebook
Share on Google+
Google+
Tweet about this on Twitter
Twitter
Print this page
Print