Category Archives: Kabar Travel

Kebun Kurma Desa Sengonagung, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Pasuruan

Di desa Sengonagung, ada perkebunan kurma yang dapat dikunjungi pengunjung. Meskipun belum kelihatan berbuah lantaran belum cukup umur, pohon-pohon kurma berkembang subur di kebun seluas 3,7 hektar ini.

Tidak perlu jauh-jauh ke Timur lagi apabila ingin menyaksikan perkebunan kurma. tinggal datang saja ke desa Sengonagung, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Pasuruan.

Selain kurang lebih 400 pohon kurma yang berkembang subur, di taman wisata kurma ini pun berkembang beberapa ratus tanaman zaitun, siwak, delima merah, delima hitam sampai pohon tin.
Desain kebun wisata kurma ini sangat baik seperti kebun sebuah kerajaan.

Di antara kebun, disediakan jalan khusus guna menyaksikan dari dekat. Kebun kurma pun dapat di lihat sambil duduk-duduk santai di ruangan lebih tinggi di bagian depan areal taman.

Ruslan menyampaikan, tidak hanya juga sebagai agrowisata, dirinya menginginkan kebun tersebut sanggup dimanfaatkan juga sebagai penelitian pertanian pun wisata edukasi terhadap anak-anak.
Bahkan beliau persilakan apabila ada yang memanfaatkannya pada latihan haji.

Saya pun ingin dapat difungsikan sebagai tempat manasik haji. Di sana kelak bakal ada miniatur Kabah, ujarnya sembari menetapkan area yang dimaksud.

Saat ditanya dari mana muncul prediksi ide menciptakan kebun kurma, pebisnis sigaret kretek tangan ini menyampaikan rencana tersebut muncul demikian saja.

Indonesia ini tanahnya gemah ripah loh jinawi, semuanya dapat berkembang, tak terkecuali tanaman kurma. Aku nggak banyak pertimbangan, mau berkebun kurma ya cepat tancap saja, terangnya.

Dapatkan Cashback 20% untuk member baru daftar dan juga member lama disetiap harinya Hanya KLIK di SINI

Keberhasilan menumbuhkan pohon gurun ini di Pasuruan menghasilkan tidak sedikit pihak datang kepadanya untuk jalankan studi.

Ada jumlahnya universitas yang bergulir. Terakhir dari Pemkab Kediri, mau menciptakan kebun kurma juga, pria nyentrik ini.

Pohon kurma yakni buah utama di daerah Timur tengah. Kurma telah dibudidayakan sejak 6.000-4.000 SM. Tidak hanya dikonsumsi buahnya, rakyat Arab berulang mengolahnya buah awetan yang diekspor dan bahan olahan makanan yang lain.

Share Artikel ini..Share on Facebook
Facebook
Share on Google+
Google+
Tweet about this on Twitter
Twitter
Print this page
Print

Puluhan Nelayan Tradisional Mengikuti Kejuaraan Dayung Tradisional Di Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Prigi

Puluhan nelayan tradisional mengikuti kejuaraan dayung tradisional di pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Prigi, Kabupaten Trenggalek, minggu 16 oktober 2016.

“Jumlah keseluruhan pesertanya 38 orang, seluruhnya nelayan lokal yg umumnya beroperasi di perairan selatan Trenggalek,” kata pengurus Prigi Fest, Anjar Priadi Putra.

Dalam kompetisi ini, para penangkap ikan mesti berkompetisi kecepatan mengalahkan lintasan sepanjang 200 meter, dgn memakai perahu penangkap ikan kategori kunting.

Perahu terkandung umumnya difungsikan oleh penangkap ikan setempat buat memancing ikan di zona Teluk Prigi dan sekitarnya.

Perahu ini sengaja dipilih lantaran ialah cikal bakalnya perahu penangkap ikan di pesisir selatan Trenggalek. Para penangkap ikan yg umumnya mencari ikan, sekarang mesti berkompetisi ketangkasan dan kekuatan sama seperti atlet dayung profesional.

Dapatkan Cashback 20% untuk member baru daftar dan juga member lama disetiap harinya Hanya KLIK di SINI

“Prigi ini yakni lingkungan penangkap ikan sekaligus negeri tamasya, sebab itu aktivitas yg kami gelar juga melibatkan ke-2 unsur tercatat, maka sanggup menyatu,” tutur Anjar.

Sementara salah seseorang penangkap ikan, Marzuki mengaku, baru pertama kali mengikuti kejuaraan dayung. walau pernah grogi, beliau mengaku sanggup membiayai semua lomba dgn baik.

“Ini teramat menarik, dikarenakan tidak cuma terhadap turnamen juga sekaligus jadi hiburan terhadap penangkap ikan, terlebih saat sepi tangkapan ikan seperti ini,” katanya.

Lomba balap dayung penangkap ikan tradisional yg baru pertama kali digelar tersebut, menerima sambutan meriah dari ribuan penduduk ataupun wisatawan.

“Saya penasaran seperti apa apabila penangkap ikan beraksi dalam kejuaraan balap, nyata-nyatanya seru lagi, ucap pelancong asal Tulungagung, Suwoko.

Pihaknya mengharapkan, aktivitas serupa dapat digelar dengan cara teratur dan jadi acara tahunan. Maka mampu menarik pelancong buat berkunjung ke Pantai Prigi.

“Kalau cuma menikmati pantai saja buat aku merupakan factor yg biasa, lantaran di negara kami juga ada pantai,” pungkasnya.

Share Artikel ini..Share on Facebook
Facebook
Share on Google+
Google+
Tweet about this on Twitter
Twitter
Print this page
Print

Festival Padi yg dapat digelar besok Rabu (20/7) ini, Jangan sampai terlewat traveler!

Banyuwangi memang lah kaya akan festival berkwalitas. Salah satunya adalah Festival Padi yg dapat digelar besok Rabu (20/7) ini. Jangan sampai terlewat traveler!

Banyuwangi miliki ritual rutinitas lokal agraris yg sekarang masihlah dilakoni oleh penduduk yg tinggal di sana. Seperti ritual tiris, satu buah etika sebelum prosesi tanam padi yg biasa dilakukan petani di Sumbergondo, Banyuwangi.

Buat mengangkat & mengenalkan kebiasaan lokal agraris itu, Banyuwangi serta menggelar Festival Padi. Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas menyampaikan, festival yg kali pertama digelar ini sbg upaya buat menghidupkan budaya agraris tanam padi tradisional penduduk Indonesia ditengah modernisasi pertanian.

Tidak Cuma itu, festival ini buat menggugah & menumbuhkan kebanggan kepada profesi petani. Ada pertumbuhan generasi petani jejaka yg serta dapat berbangga bakal profesi bercocok tanam.

“Kami mau menunjukkan terhadap khalayak bahwa ada budaya agraris yg melingkupi kita. Di mana budaya itu sudah jadi sektor mutlak dari sumber kehidupan warga pedesaan. Festival ini dapat mengingatkan bahwa kita mempunyai adat cocok tanam yg sarat makna filosofinya,” tutur Anas, Selasa (19/7/2016).

Apa saja yg dapat dipertontonkan dalam Festival Padi?

Festival padi ini dapat menampilkan mengenai budaya & rutinitas para petani. Ritual ini rata-rata dimulai dgn selamatan 3 tipe tumpeng.

Sesepuh Desa Sumbergondo, Mbah Sanusi memaparkan, etika ini dimulai dgn ritual selamatan yg menyertakan 3 tipe tumpeng, adalah tumpeng gunung, bucung, & kunir.

Tiga type tumpeng itu, kata Mbah Sanusi, mengandung filosofi, bahwa hakekat hidup mesti jujur & lurus.

“Ini disimbolkan bersama tumpeng gunung & bucung. Sedangkan sego kunir yg diikat janur kuning, maknanya manusia mesti ingat kejadian asal mulanya dari nur, yg identik warna kuning,” terang Mbah Sanusi.

Tidak Hanya tumpeng, dalam selamatan ini pula di lengkapi sesaji yg ditaruh dalam wadah daun pisang atau yg lazim dinamakan dgn cok akan. Cok akan mempunyai arti memulai. Cok dapat ini berisi aneka macam sumber pangan manusia seperti kacang & telur yg di lengkapi dgn kembang tiga warna.

Festival ini bakal melibatkan 340 grup tani & bakal mengawali ritual bercocok tanam diatas lahan seluas 20 hektar. Tiga tahapan bercocok tanam padi sejak mulai membajak sawah dgn kerbau, menanam padi secara berlangsung mundur pula bakal digelar dalam festival padi ini.

“Mereka ada yg nyingkal (membajak sawah), meratakan tanah (ndaru), & menanam padi. Dapat ada 20 pasang kerbau yg siap beratraksi membajak sawah. Pak Bupati bakal membajak sawah menandai perhelatan festival ini,” pungkasnya.

Share Artikel ini..Share on Facebook
Facebook
Share on Google+
Google+
Tweet about this on Twitter
Twitter
Print this page
Print

Antrian Keluar GT Cileunyi Padat 7 km

Bagi pemudik yang hendak pergi ke kampung halaman atau serta bagi yang mau berlibur siap-siap saja menemukan kepadatan. Berita dari Jasamarga, di banyaknya ruas tol telah terpantau kepadatan.

“Jati Asih- Cikunir padat, kepadatan arah Cikampek,” begitu keterangan Jasamarga lewat akun twitternya @PTJASAMARGA, Kamis (7/7/2016) pukul 07.15 WIB.

Selanjutnya antrean yang lumayan panjang berlangsung di Gerbang Tol Cileunyi dan pun Ciawi.

“Antrian Keluar GT Cileunyi ± 7 km,” kicau Jasamarga.

“#Tol_Jagorawi antrian keluar GT Ciawi ± 2 km,” cuit Jasamarga.

Para pengendara pun dikasih imbauan apanila lelah dan ngantuk, supaya memakai lokasi istirahat dan serta mengindari memanfaatkan Mobile Phone diwaktu mengemudi.

Share Artikel ini..Share on Facebook
Facebook
Share on Google+
Google+
Tweet about this on Twitter
Twitter
Print this page
Print

Sambut Lebaran dengan seru di Taman Buah Mekarsari Bogor

Sambut Lebaran dan Taman Buah Mekarsari di Bogor mengadakan bermacam macam event meriah. Traveler mampu bersantai di sana sambil melihat karnaval air sampai drama musikal.

Selasa (5/7/2016), Taman Buah Mekarsari sudah menyiapkan serangkaian program menarik yang bakal dinikmati wisatawan selama Pekan Lebaran dari tanggal 6-17 Juli 2016. Akan ada Karnaval Air Mekarsari, pertunjukan musikal sampai panggung hiburan bersama penampilan banyaknya selebriti.

Karnaval Air sendiri bakal dilaksanakan terhadap 9-17 Juli 2016 di Danau Mekarsari. Traveler dapat menonton parade putri-putri buah dan penari berpakaian indah penuh warna, juga karakter buah Mekarsari di atas perahunaga mengelilingi Danau Mekarsari seluas 27 ha.

Terkecuali itu ada serta pertunjukan musikal bertema Fruit Specta Show. Pengunjung Taman Buah Mekarsari dapat dihibur oleh tokoh-tokoh karakter buah Mekarsari antara lain Durio, Maggy dan Bambi. Tak ketinggalan, ada panggung musik bersama tampilan Camelia Putri, Farren Tintin, Allstar Band dan ada banyak lagi. Seru!

Pastinya liburan di Mekarsari dapat makin lengkap bersama menikmati atraksi dan wahana di sana. Seperti Maskot Buah Bagi-bagi Hadiah, Pesta Durian, hoverboard mengelilingi kebun, juga aneka wahana air.

Share Artikel ini..Share on Facebook
Facebook
Share on Google+
Google+
Tweet about this on Twitter
Twitter
Print this page
Print

Jakarta pagi ini ramai tidak tersendat, kata Irka ketika dihubungi pukul 06.25 WIB

Pegawai NTMC Polri, Irka mengemukakan ga ada kemacetan yang terpantau di Ibu Kota, Senin (4/7/2016). Benar-benar tidak sedikit masyarakat Jakarta dan sekitarnya telah mudik ke kampung halaman.

Keadaan ruas jalan di Jakarta pagi ini ramai tidak tersendat. Rata Rata pada hari pertama awal minggu, lalu lintas tertunda di ruas arteri atau juga tol dalam kota.

“Jakarta pagi ini ramai tidak tersendat,” kata Irka ketika dihubungi pukul 06.25 WIB.

Rute Cawang, Semanggi dan S Parman yang biasa dijejali kendaraan, pagi ini lebih sepi dibanding hari-hari umumnya. “Tidak ada kepadatan di tol dalam kota,” sebut Irka.

Sementara itu dikutip dari akun @TMCPoldaMetro, lalu lintas tol dalam kota di sekitar Kuningan, Jaksel terhadap pukul 06.23 WIB terpantau tidak tersendat di ke-2 arah. Keadaan yang sama pun berjalan di Jl TB Simatupang dan Tol JORR.

Assistant Vice President (AVP) Corporate Communications PT Jasa Marga, Dwimawan Heru diawal mulanya launcing keseluruhan kendaraan yang ke luar dari Jakarta melintasi Tol Cikarang Utama, Cikampek sampai Sabtu (3/7) atau H-4 mencapai 434.266 kendaraan

“Jalan Tol Jakarta-Cikampek mencatat jumlahnya 434.266 kendaraan sudah mudik meninggalkan Jakarta,” kata Heru.

Share Artikel ini..Share on Facebook
Facebook
Share on Google+
Google+
Tweet about this on Twitter
Twitter
Print this page
Print

Puncak arus mudik diduga hari ini, ungkap Faisol disaat dikonfirmasi

H-3 Idul Fitri diprediksi bakal jadi puncak arus mudik untuk penumpang yang memanfaatkan moda transportasi darat. Terhadap H-4 kemarin, setidaknya 20 ribu lebih orang yang keluar dari Jakarta dengan memakai bus.

Berdasarkan info dari Kepala UPT Terminal Dishubtrans DKI, Muhammad Faisol, merinci penumpang di terminal-terminal yang ada di Jakarta. Peningkatan berjalan mulai sejak dari Kamis (30/6) bersama keseluruhan penumpang dari 11 terminal yang keluar dari Jakarta banyaknya 13.351 bersama jumlah bus jumlahnya 1.245.

Sementara itu, buat H-5 atau kepada Jumat (1/7), ada 22.055 pemudik yang ke luar dari Jakarta. Terbanyak merupakan pemudik yg naik bus dari Terminal Kampung Rambutan. Dulu terhadap H-4 lebaran atau tempo hari Sabtu (1/7), ada tepatnya 22.616 pemudik dgn bus di 11 bus Terminal yg ada di Jakarta bersama rumus sampai pukul 20.00 WIB. Ada 1.220 bus yg mengangkut puluhan ribu penumpang tersebut.

Terbanyak dari Terminal Kampung Rambutan dgn jumlah penumpang 11.325, ke-2 Terminal Pulogadung sejumlah 2.280 orang, Terminal Kalideres ada 2.629 penumpang, keempat ialah Terminal Rawamangun dengan keseluruhan 1.408 orang, dan kelima yakni Terminal Pinang Ranti dengan keseluruhan penumpang jumlahnya 1459.

Puncak arus mudik diduga hari ini, ungkap Faisol disaat dikonfirmasi , Minggu (3/7/2016).

Disayangkan Faisol tak sanggup menentukan perkiraan waktunya kapan penumpang dapat membludak atau memenuhi terminal-terminal untuk pulang ke kampung halamannya.

Biasanya mengalir pagi, sore, dan tengah malam, tuturnya.

Share Artikel ini..Share on Facebook
Facebook
Share on Google+
Google+
Tweet about this on Twitter
Twitter
Print this page
Print