Category Archives: Perdebatan Ahok

Sekretaris Timses Ahok-Djarot : Kami menghormati hasil survei LSI itu, hasil survei ini kita pakai sebagai taktik pemenangan

Survei yg dilakukan LSI pimpinan Denny JA menunjukkan bahwa elektabilitas pasangan cagub & cawagub Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat merosot sampai cuma 31,4 %. Hasil ini menjadi pengingat bagi tim pemenangan buat tetap menggenjot kinerja.

“Kami menghormati hasil survei LSI itu. Tentu hasil survei ini kita pakai sbg warning utk kami buat jadi panduan utk taktik pemenangan,” kata Sekretaris Timses Ahok-Djarot, Ace Hasan Syadzily waktu dihubungi, Rabu (5/10/2016).

Ace menjelaskan bahwa masihlah dapat ada tidak sedikit survei terkait di Pilgub DKI, bukan cuma dari LSI pimpinan Denny JA. Ahok-Djarot diyakini tetap sanggup menang di persaingan terhadap thn 2017 ini.

“Di sektor akhir survei Denny JA dikatakan serta bahwa potensi kemenangan Ahok serta teramat tinggi. Jadi bagi kami survei itu mampu dimaknai berlainan dari segi pandang kita,” ungkap Wasekjen Golkar ini.

Sebelumnya diberitakan, Dari hasil survei LSI pimpinan Denny JA, pasangan Ahok-Djarot memuncaki peringkat dgn elektabilitas 31,4 %. Peringkat ke-2 diisi oleh Anies-Sandiaga bersama elektabilitas 21,1 %. Kemudian di posisi ke-3 ada Agus-Sylviana bersama elektabilitas 19,3 %. Responden yg belum tentukan pilihan se besar 28,2 persen.

Jadwal Pertandingan Sepak Bola Pada tanggal 7 Oktober 2016

Dapatkan Cashback 20% untuk member baru daftar dan juga member lama disetiap harinya Hanya di INDO888.COM

“Jadi, aspek ini menunjukkan Ahok sbg incumbent tetap jadi No. satu terhadap hasil survei. Namun survei ini yang merupakan wake up call bagi incumbent bagi Ahok. Karena posisinya incumbent elektabilitasnya tetap merosot bahkan di survei kami cuma 31,4 %, papar peneliti LSI Denny JA, Adjie Alfaraby di Graha Dua Rajawali – Lingkaran Survei Indonesia Jl. Pemuda No. 70 Rawamangun, Jakarta Timur, Selasa (4/10/2016).

Ahok sendiri tidak khawatir dgn hasil survei tersebut. Dia justru berterimakasih sebab tidak butuh repot-repot membayar survei utk mengetahui elektabilitasnya.

“Terima kasih ya. Artinya aku enggak butuh ke luar uang, telah ada hasil survei,” kata Ahok di Balai Kota DKI, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (4/10/2016).

 

Share Artikel ini..Share on Facebook
Facebook
Share on Google+
Google+
Tweet about this on Twitter
Twitter
Print this page
Print

Nusron : Pantang baginya untuk menyinggung masalah SARA

Kasus dugaan pengeroyokan menimpa Andrew Budikusuma (23) di bus TransJakarta yang sebelum dipukul diteriaki ‘Ahok’. Ketua Tim Pemenangan Ahok, Nusron Wahid marah dengan adanya kasus berbau rasial ini.

Nusron menyampaikan, kasus yang terjadi di Bus TransJakarta tersebut menandakan masihlah adanya masalah Suku, Agama, Ras & Antar golongan (SARA) di Ibu Kota.

“Karena fenomena kejadian di Transjakarta itu menandakan masihlah ada problem masalah SARA di Indonesia, terutama di Jakarta,” kata Nusron disaat ditemui di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (30/8/2016).

Nusron mengemukakan, meski Indonesia sudah mempunyai UU antidiskriminasi, tetapi perjuangan mengenai keindonesiaan masihlah belum selesai di negara ini.

“Itu juga yg salah satu argumen aku ingin capek-capek urusin Ahok, lantaran aku kepikiran dimensi keindonesiaannya itu,” menurutnya.

Nusron pun menegaskan, orang boleh menilai menyangkut kinerja Ahok yg sekarang ini menjabat yang merupakan Gubernur DKI. Tapi pantang baginya untuk menyinggung masalah SARA.

“Orang boleh bilang dirinya enggak becus kerja & sebagainya. Satu perihal yang enggak boleh di serang, isu SARA, agama, etnis. Mengapa? Dikarenakan itu merupakan sunnatullah Indonesia. Keniscayaan Indonesia. Yang namanya Bhineka Tunggal Ika, yang namanya Indonesia itu multiagama, multietnis, itu yaitu sunnatullah,” tegas Nusron.

Nusron menyadari jikalau Ahok adalah ‘sasaran’ empuk untuk dikritik, apalagi Ahok adalah Gubernur DKI yang mencalonkan diri yang merupakan Gubernur DKI lagi di Pilkada 2017. Ahok pun ialah orang beretnis Tionghoa.

“Perjuangan mengenai keindonesiaan kita itu diuji, & ujiannya apa? Ujiannya di Ahok. Serta di Papua & di lokasi lain. Lantaran itu kita sedang diuji keindonesiaan kita melalui Ahok. Sesungguhnya kita ini utuh tak mendalami substansi Indonesia,” tutur Nusron.

Terlepas dari kasus TransJakarta tersebut, lanjut Nusron, serta ada banyak dijumpai kasus kekerasan berbau rasial, terutama didunia maya.

“Kita pula menjumpai, di YouTube mungkin dapat dipandang & didengar statement Bintang Pamungkas. Bisa Saja juga tokoh-tokoh lainnya menyangkut masalah China & macam-macam. Ini yang enggak boleh,” menurutnya.

“Ketika kita di Indonesia, kita mesti siap bahwa di Indonesia itu ada China. Dan China itu tak beda dengan kita. Membedakan justifikasi berkaitan Ke-China-an orang berarti membedakan serta bersama Ke-Jawa-an, Ke-Batak-an ataupun Ke-Padang-an. Aku emosi jika bahas soal ini,” tambah Nusron.

“Kalau memang lah orang masihlah mempersoalkan dimensi mayoritas minoritas, berarti beliau belum paham ajaran mengenai Ke-Pancasila-an. Ini kan orang ditarik-tarik ke aliran mayoritas minoritas. Indonesia tak mengenal mayoritas minoritas. Indonesia yang dikenal yaitu bangsa Indonesia & yang dinamakan bangsa Indonesia itu ialah orang yang lahir di Indonesia & menyebutkan beliau yang merupakan penduduk negeri Indonesia. Mau dia suku apapun. Itu saja,” imbuhnya lagi.

Share Artikel ini..Share on Facebook
Facebook
Share on Google+
Google+
Tweet about this on Twitter
Twitter
Print this page
Print

Yusril Ihza Mahendra mengharapkan beliau sanggup Head to Head dengan calon petahana Basuki Tjahja Purnama atau Ahok di Pilgub DKI 2017

Yusril Ihza Mahendra mengharapkan beliau sanggup Head to Head dengan calon petahanan Basuki Tjahja Purnama atau Ahok di Pilgub DKI 2017. Dirinya mengharapkan dalam sekian banyak hari ke depan dia telah mendapat dukungan parpol.

“Kalau partai maju, independen sudah gugur. Kelak tinggal pendaftaran & bisa maju dalam pilkada DKI ini & berharap dapat head to head lawan Ahok,” kata Yusril usai menghadiri deklarasi Rumah Amanah Rakyat di Jl Cut Nyak Dien, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (24/8/2016).

Yusril menuturkan, tidak lama lagi ia dapat mendapat partai supporter untuk maju dalam Pilgub 2017. Tetapi beliau tidak menyatakan partai politik yg telah menyebut dukungan.

“Pokoknya bersama seluruh partai jalan terus. Ya kecuali Nasdem, Hanura & Golkar. Yang lain masihlah dalam proses penjajakan, Insya Allah ada kemajuan & sekian banyak hari ke depan telah ada putusan,” terang Yusril.

“Saya percaya sekian banyak hari ke depan telah ada yg mengusung & siap untuk maju supaya dapat head to head lawat Ahok,” imbuhnya.

Yusril percaya sesudah ada deklarasi dukungan dari Parpol tingkat angka elektabilitasnya dapat naik. “Kalau waktu ini berkata soal elektabilitas, pak Sandi, Aku & lain-lain, lantaran belum diumumkan resmi oleh partai, apabila telah diumumkan oleh partai aku percaya dapat meningkat,” pungkasnya.

Share Artikel ini..Share on Facebook
Facebook
Share on Google+
Google+
Tweet about this on Twitter
Twitter
Print this page
Print

Teman Ahok menunggu Ahok berikan keputusan persoalan Parpol atau Independen

Input data kan baru 600 ribuan, tinggal 400 ribuan lagi buat penyerahan ke Komisi Pemilihan Umum nya kita telah siap kaya pengadaan kertas, pokoknya semuanya kita telah selesai. Tinggal pak Ahok tunggu saja teken tombol oke independen, tetapi itu kan terserah pak Ahok, ucap Amalia di Markas Teman Ahok, Pejaten, Jakarta Selatan, Rabu (22/6/2016).

Basuki Tjahja Purnama (Ahok) dapat bertarung di laga Pilgub DKI 2017. Relawan Teman Ahok serta tetap menunggu ketetapan gubernur DKI Jakarta petahana itu apakah dapat maju lewat rute parpol atau independen.

Ahok sudah didukung 3 partai politik yang siap mendukungnya maju diperhelatan Pilgub DKI melalui rute independen, yaitu Nasdem, Hanura, dan Golkar. Teman Ahok sendiri sudah mendeklarasikan peraihan 1 juta KTP dukungan untuk Ahok.

Juru berbicara Teman Ahok, Amalia Ayuningtyas menyampaikan sekarang ini pihaknya tinggal menunggu Ahok berikan keputusan. Teman Ahok sendiri sudah menyiapkan langkah verifikasi melaksanakan input data KTP yang terkumpul.

Amalia mengaku menyerahkan keputusannya pada Ahok dikarenakan awalnya relawan ini dimanfaatkan buat mengusung Ahok yang merupakan kendaraan politik di Pilkada 2017. Amalia mengemukakan, sekarang ini Teman Ahok sedang mempersiapkan tim untuk memverifikasi faktual dan menjalin komunikasi dengan teman di lapangan.

Kita telah kumpulin KTP namun rute yang sanggup dipilih pak Ahok hanya pak Ahok sendiri, Pak Ahok ingin yang mana gitu. Bila ingin rute tol dengan Parpol ya sekarang ini Parpol mana yang ingin kasih surat rekomendasi, hingga itu belum clear dari Pak Ahok atau Parpol ya kami bakal jalan konsisten jalan, ucap Amalia.

Ya intinya kita kepengen Pak Ahok menang namun nggak mampu menghindari sekian banyak manuver politik, tambahnya.

Tekait dengan rumor bahwa Teman Ahok diberi dana oleh pengembang reklamasi via Sunny yang sempat disebut politisi PDIP Junimart Girsang, Teman Ahok menampiknya. Mereka menyebutkan jikalau mereka mendapat dana tersebut tentu sudah mempunyai system dan akuntan yang dapat mengaudit keuangan Teman Ahok dengan baik.

Kalau kita sanggup 30 miliar bayangin ya kita miliki akuntan yang bagus, wangi lah, ini kadang-kadang keseok-seok, kadang-kadang salah ngomong kesandung, tutup Amalia.

Share Artikel ini..Share on Facebook
Facebook
Share on Google+
Google+
Tweet about this on Twitter
Twitter
Print this page
Print

Beberapa tudingan dari eks relawan yang segera diklarifikasi oleh Teman Ahok

Sesudah opini keras yang diungkapkan oleh eks relawan Teman Ahok, Teman Ahok menggelar konferensi pers. Mereka meluruskan seluruhnya tudingan eks relawan yang mengkritik soal transparansi anggaran hingga isu manipulasi pengumpulan KTP dukungan untuk Ahok.

“Entah kebetulan entah tidak, seluruh serangan sejak mulai gencar disaat Teman Ahok akhirnya mencapai 1 juta KTP. Dan entah kebetulan juga, metode pembusukannya dilakukan ‘seolah-olah’ dari dalam. Orang yang sempat bersentuhan bersama kita, tetapi seterusnya tersingkir dalam aktivitas, tiba-tiba datang dan menggembosi aktivitas. Padahal mereka, barisan sakit hati ini, tak tahu banyak berkaitan gerakan dikarenakan cuma bergabung di awal, ketahuan melanggar, dan tak tahu perkembangan. Namun kemungkinan mereka sukses menemukan pihak yang berkepentingan yang ingin memfasilitasi mereka, dan mereka bersedia dipolitisasi,” kata juru berkata Teman Ahok, Amalia Ayuningtyas, melalui siaran pers yang dimuat di situs Teman Ahok, Rabu (22/6/2016).

Serangan dari eks relawan Teman Ahok, bagi Amalia, tidaklah mengagetkan. Dikarenakan lebih pagi lagi sebelum acara tersebut berjalan, salah satu penanggung jawab (PJ) posko telah datang tergopoh ke markas buat memberitahu hal itu. Ia mengaku ditekan dengan cara sosial, tetapi hasilnya lebih pilih membocorkan adanya kegiatan tersebut, sekaligus meminta perlindungan dengan merahasiakan namanya.

“Menurutnya, benar-benar ada suatu kegiatan dari suatu ormas untuk menyatukan orang yang tersingkir di Teman Ahok dan memfasilitasi mereka untuk menciptakan jumpa pers. Data-data dan rumus dibuat langsung oleh pengurus ormas yang bersangkutan, bersama keterangan terbatas dari beberapa orang yang telah dikeluarkan dari struktur. Kita langsung “ngeh” bahwa ini yakni perihal yang dijanjikan oleh satu orang politisi pada malam sebelumnya di sebuah program tv. Terhadap hasilnya, Teman Ahok masihlah sempat untuk ikut datang ke program tersebut buat menyaksikan apa yang berlangsung secara langsung,” kata Amalia.

Berikut yakni tudingan dari eks relawan yang segera diklarifikasi oleh Teman Ahok :

1. Siapakah orang-orang ini, benarkah mereka relawan Teman Ahok? Benarkah mereka digaji?

Sebelum menjawab hal tersebut, kita jelaskan Posko Teman Ahok. Selain booth Teman Ahok (yang tugas utamanya menjual merchandise), dan Posko Partisipasi (yang dibentuk dan dibiayai sendiri oleh warga, dan jumlah dari posko inilah yang paling banyak), Teman Ahok juga mempunyai posko Teman Ahok.

Posko Teman Ahok adalah posko yang dibentuk sendiri oleh Teman Ahok untuk menyasar wilayah yang padat penduduk dan golongan masyarakat menengah ke bawah. Posko ini dibentuk dan dibiayai oleh Teman Ahok. Karena untuk kalangan bawah, dan mereka tak punya biaya namun bersedia mengumpulkan KTP, Posko ini dipinjami printer (untuk fotokopi KTP), HP untuk koordinasi dan tentu saja dana operasional mingguan. Dana operasional sebagai pengganti transportasi diberikan selama dia memenuhi target yang diberikan. Pengganti ini wajar, karena sebagai masyarakat bawah kami paham mereka harus bolak-balik ke Pejaten dan untuk bergerak ke masyarakat.

Target ini diberikan, agar pergerakan menjadi maksimal. Teman Ahok tidak bisa memberikan fasilitas bahkan dana operasional, jika mereka tak mampu mendapatkan target. Akan tidak adil, jika Posko santai-santai tidak ditarget, Sementara relawan lain yang jualan merchandise berjibaku mencari uang untuk memberikan fasilitas kepada mereka. Jika tidak tercapai target, bisa karena KTP di wilayah memang bukan basis Ahok dan wilayah tersebut sudah jenuh, maka kami akan memindahkan fasilitas ke wilayah lain yang masih bisa mengumpulkan KTP.

Begitupun jika mereka ketahuan berbuat curang, mereka akan diberikan peringatan untuk berubah. Jika tidak berubah, mereka akan dikeluarkan dari sistem dan posko tersebut ditutup. Tentu semua fasilitas harus dicabut, printer dan HP, karena harus dipakai di tempat lain yang akan dibuka.

Nah, Sebagian besar mereka yang melakukan konferensi pers tadi pagi (selanjutnya kami menyebut dengan Pak Richard cs) adalah orang yang sudah dikeluarkan dari struktur karena ketahuan berbuat curang dalam pengumpulan KTP via Posko Teman Ahok. Mulai dari pemalsuan tanda tangan, mengarang nomor HP dan lainnya. Ini semua terkonfirmasi karena Teman Ahok memiliki sistem verifikasi sebelum KTP dikumpulkan. Petugas di Markas Pusat akan memperhatikan keanehan di tanda tangan, dan nomor HP. Dan secara random akan mengecek nomor HP dikonfirmasi, dan menelepon tanda tangan yang dicurigai. Semua formulir akan ditandai dan diberi kode, sehingga kita bisa tahu dari posko mana formulir ini berasal, dan setiap itu ada bukti tanda terima. Untuk yang ketahuan curang, KTP MEREKA TIDAK AKAN DIHITUNG DAN AKHIRNYA KITA KELUARKAN.

Namun memang tidak selamanya sistem kita berhasil. Kami juga mengaku kecolongan. Dalam acara (jumpa pers-red) Pak Richard cs, kami juga melihat ada beberapa PJ posko aktif yang datang, namun memang tidak bicara banyak. Mungkin ada hubungan solidaritas, karena setelah dicek Posko tersebut, formulirnya bisa dikonfirmasi. Meski jumlahnya tidak sampai ribuan, kami akan cek lebih lanjut KTP yang dikumpulkan oleh Posko Aktif dari Pak Richard cs.

2. Sistem Kerja Teman Ahok adalah Perusahaan, bukan Relawan

Teman Ahok merasa tudingan bahwa kita adalah sebuah ‘perusahaan’ ketimbang sebuah gerakan relawan adalah Sebuah Pujian. Teman Ahok memang bukan sebuah gerakan relawan yang menghabiskan uang. Tidak zamannya lagi, dan memberi efek buruk.

Dari awal mendirikan Teman Ahok kita sepakat untuk bersikap profesional dalam kerja mengumpulkan KTP dan mengelola keuangan. Teman Ahok memiliki pemasukan dari merchandise untuk operasional, dan bagi teman-teman yang bergerak di lapangan kami berusaha semampu mungkin untuk memberikan fasilitas. Kita harus mampu profesional sesuai dengan sosok Ahok yang kita usung, dan setiap orang wajib mempertanggungjawabkan fasilitas yang diberikan. Di poin bawah akan kita bahas lebih lanjut mengenai insentif atau gaji yang dituduhkan.

3. Katanya Teman Ahok Keluarkan Sampai Rp 12 Miliar?

Di sinilah letak fitnah yang lucu yang disampaikan oleh Pak Richard cs. Dari informasi yang kami terima ini bahkan dibuatkan oleh perkiraan ormas yang mempolitisasi mereka. Mari kita tengok sejenak, perkiraan mereka. Berikut penjelasan kami, yang kami konfirm dari data keuangan.

a. HONOR PJ POSKO. Honor tidak bisa dikali 153 tiap bulan, karena jumlah posko tidak selalu 153 posko. Di posko terdaftar juga tidak semua aktif di bulan tersebut. Bahkan ada waktu seperti Agustus dan September 2015, yang jumlah posko aktif hanya 15 dan 35 Posko. Dan tidak semua PJ Posko adalah orang yang “butuh uang” seperti Pak Richard cs. Ada juga yang tidak mau menerima dana operasional, karena akhirnya ada uang untuk operasional sendiri.

b. HONOR KOORDINATOR POSKO. Tidak semua Koordinator Posko mendapat honor, hanya mereka yang membutuhkan uang. Bahkan Koordinator Posko adalah orang yang mapan, kebanyakan hanya minta dibiayai jika mengumpulkan para PJ Posko untuk biaya makan dan meeting.

c. Biaya Distribusi Koran TA tidak bisa dikali 153, sesuai dengan kondisi di poin (a)

d. Biaya Cetak Koran TA semuanya ditanggung donatur yang mempunyai percetakan. Teman Ahok terima bersih dalam bentuk Koran jadi, jadi tidak ada aliran dana. Semua ini ada buktinya, dan para donatur juga bisa dikonfirmasi.

e. Pengadaan Printer, HP dan Laptpop sebagian dibeli dan sebagian pinjaman. Dan yang pasti ini aset. Dan tidak semua posko juga diberikan, karena mereka ada yang punya printer dan laptop sendiri, dan menolak HP karena HP yang kita berikan tidak lebih baik dari punya mereka.

f. Spanduk Posko, semua bukti ada, dan tidak 500 buah, kami tidak tahu dari mana perkalian mereka dapat.

g. Pengadaan seragam juga adalah donasi dalam bentuk barang. Kecuali ada dalam bentuk susulan.

Dari item-item keuangan yang mereka sebut dalam keuangan tersebut, kami bisa pastikan ini adalah karangan belaka untuk menjatuhkan Teman Ahok, dan menghilangkan harga satu juta KTP yang sudah terkumpul. Bisa juga ini merupakan pancingan untuk Teman Ahok mengeluarkan detail laporan keuangan untuk menjadi celah serangan berikutnya.

Teman Ahok belum mengeluarkan laporan keuangan untuk 2016. Di 2016 kita sangat fokus mengumpulkan KTP karena ada pengumpulan ulang. Teman Ahok tetap menjunjung transparansi dalam bentuk laporan keuangan. Laporan lengkap nanti akan kami berikan saat kami mendaftarkan Ahok-Heru sebagai calon independen. Semua akan dipertanggungjawabkan.

4. Terkait dengan pemalsuan KTP ini bisa dipidanakan (yang dilakukan oleh pihak Richard cs) kami mendukung para pemilik KTP yang dipalsukan untuk memperkarakan ini secara hukum. Ini di luar pengetahuan kami sebagai organisasi dan kami akan support dengan data-data yang dibutuhkan.

Share Artikel ini..Share on Facebook
Facebook
Share on Google+
Google+
Tweet about this on Twitter
Twitter
Print this page
Print

Tanggapan dan sindiran Wakil Ketua DPRD DKI yang pun politikus Partai Gerindra M. Taufik atas 1 juta KTP Teman Ahok

Apa Tanggapan Wakil Ketua DPRD DKI yang pun politikus Partai Gerindra M. Taufik atas 1 juta KTP tersebut?
Kan ngumpulin doang enggak apa-apa, kata Taufik disaat ditemui di Balaikota, Selasa (21/6/2016).

Ketua Dewan Perwakilan Daerah Gerindra DKI Jakarta tersebut pun tak masalah kalau KTP yang sukses dikumpulkan sampai mencapai 2 juta dukungan. Dikarenakan tuturnya yang paling utama ialah disaat step verifikasi faktual dan pilihan dikala berada di bilik suara. Apalagi ketika 2 proses tersebut pemilik dukungan tak sanggup diwakilkan maupun diberi kuasa ke orang lain.

Pada Minggu (19/6) kemarin, Teman Ahok menciptakan perayaan atas terkumpulnya 1 juta KTP untuk bakal calon gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). KTP tersebut jadi bekal bagi Ahok buat maju terhadap Pilgub DKI 2017 akan datang melalui rute independen.

Kalau aku sih ingin 1 juta atau 2 juta (KTP) enggak ada masalah. Kan aku bilang itu kan hanya kumpulin KTP. Yang butuhkan yang milih bukan yang ngumpulin ktp, ujarnya.

Terkait Habiburokhman yang menyampaikan bakal terjun dari Monas jikalau KTP untuk Ahok mencapai angka 1 juta, Taufik membela koleganya di partai Gerindra itu. Taufik mengemukakan jumlah 1 juta yang dinamakan oleh Habiburokhman yakni hasil dari verifikasi faktual bukan dari pengumpulan KTP semata.

Jadi selayaknya yang 1 juta itu hasil verifikasi bukan hasil pengumpulan KTP. Kan barangkali 1 orang bawa 20 KTP, tambahnya.

Taufik pula menyindir Teman Ahok yang melaksanakan judicial review ke Mahkamah Konstitusi (Mahkamah Konstitusi). Jelasnya jikalau memang lah mereka percaya bersama KTP yang dikumpulkan sanggup menciptakan Ahok lolos buat jadi Cagub mestinya tidak sudah ribut-ribut lakukan judicial review.

Kalau mereka ribut-ribut berarti mereka kurang percaya, menurut aku, sindirnya.

Share Artikel ini..Share on Facebook
Facebook
Share on Google+
Google+
Tweet about this on Twitter
Twitter
Print this page
Print

Ketua Dewan Kehormatan Golkar Akbar Tandjung meluruskan soal peran Dewan Pembina (Wanbin)

Wakil Ketua Dewan Kehormatan Golkar Akbar Tandjung meluruskan soal peran Dewan Pembina (Wanbin) di hirarki partai. Wanbin memang lah mampu memberikan masukan namun tidak wajib dijalankan.

“Wanbin butuh didengar. Wajib itu tak ada. Saat munas, kami berpendapat tak ada istilah wajib. Arahannya memang lah butuh diperhatikan,” kata Akbar di Kantor DPP Golkar, Slipi, Jakarta Barat, Senin (20/6/2016). Akbar ialah mantan Ketua Dewan Pertimbangan Golkar.

Soal dukungan ke Ahok sendiri, Akbar menganggapnya terburu-buru. Tuturnya, Golkar mesti lebih dulu mendengarkan suara wakil rakyat di tingkat DKI sebelum membawa ketetapan.

“Lebih baik dengar masukan dari bawah. Dari pengurus Golkar yang ada di DPRD. Kan juga waktu masihlah panjang. Ini terlalu cepat,” ujarnya.

Lalu, adakah calon lain yang menurut Akbar lebih sesuai terkecuali Ahok? Dirinya tak menyatakan nama.

“Partai juga sanggup cari tokoh lainnya yang dianggap sesuai. Menurut aku, pernyataan dari bawah perlu didengar,” tutur Akbar.

Ketua Dewan Pembina (Wanbin) Golkar Aburizal Bakrie (Ical) dalam sekian banyak kali wawancara terkait dukungan Golkar ke Ahok mengemukakan bahwa restu Wanbin diperlukan. Saran Wanbin wajib dijalankan oleh DPP.

Tetapi, tadi Ical meralat. Ia menyebutkan bahwa terkait dukungan Golkar ke Ahok tak wajib mendapat persetujuan Wanbin.

“Kalau (terkait) presiden, wapres, menteri, wajib. Namun kepala daerah tak (wajib ditaati). Tetapi dibicarakan bersama,” kata Ical sebelumnya.

Share Artikel ini..Share on Facebook
Facebook
Share on Google+
Google+
Tweet about this on Twitter
Twitter
Print this page
Print